Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri berkomitmen memastikan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di Bali selama beberapa hari terakhir tidak terulang. Pernyataan tersebut disampaikan setelah antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) mulai tertangani.
“Kami berjanji dan berkomitmen bahwa kejadian ini tidak akan terulang di kemudian hari,” kata Simon seusai rapat koordinasi penanganan BBM di Terminal BBM Sanggaran, Denpasar, Bali, Senin (19/10).
Dalam kesempatan tersebut, Simon juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Bali atas kendala pasokan dan distribusi BBM yang terjadi selama beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut telah menimbulkan antrean panjang di sejumlah SPBU dan mengganggu aktivitas masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rapat koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya penanganan persoalan pasokan dan distribusi BBM di Bali. Pertamina berkomitmen memperbaiki penanganan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Komitmen tersebut menjadi perhatian masyarakat, terutama dalam memastikan ketersediaan BBM tetap terjaga dan distribusi berjalan lancar. Kelancaran pasokan BBM sangat penting untuk mendukung mobilitas warga, aktivitas usaha, serta sektor pariwisata yang menjadi salah satu penggerak utama perekonomian Bali.














Komentar